PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA (TUGAS 1)

1. Jelaskan pengertian psikologi lintas budaya!
Ada beberapa ahli yang mencoba mengutarakan pendapat mereka mengenai apa yang dimaksud dengan psikologi lintas budaya. Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang menghubungkan kemunculan perbedaan perilaku.
Jadi, Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara kaitan psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Jelaskan tujuan mempelajari psikologi lintas budaya?
Telah dijelaskan diatas bahwa psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis yang memiliki kaitan dengan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut. Dari definisi tersebut telah merefleksikan tujuan dari psikologi lintas budaya tersebut yakni mengetahui letak persamaan dan perbedaan fungsi individu secara psikologis, dimana individu disuatu tempat atau kondisi yang berbeda satu dengan yang lainnya memiliki perilaku yang berbeda dalam kaitannya dengan sosial-budaya, ekologis suatu tempat, dan keadaan biologis. Begitu juga dengan persamaan yang dimiliki oleh setiap individu meskipun mempunyai faktor yang membuat hubungan suatu antesede-anteseden dan proses-proses tertentu terlihat sama akan tetapi mungkin kesamaan dalam latar belakang membuat individu-individu secara psikologis menjadi sama dengan kaitannya dengan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut.

3. Jelaskan hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu lain!
Psikologi lintas budaya sama seperti dengan Ilmu Psikologi budaya yang mencoba mempelajari bagaimana dengan faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Namun psikologi lintas budaya tidak hanya mempelajari faktor budaya dengan prilaku tetapi faktor antar budaya atau perbedaan dan persamaan budaya yang mempengaruhi perilaku manusia. Seperti kaitannya antara psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut. Berikut ini adalah salah satu contoh bagaimana faktor psikologis berhubungan dengan budaya sehingga bias mempengaruhi kejiwaan seseorang.
WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang sehat dan kurang sehat jiwa di antaranya selalu diliputi oleh suasana kekhawatiran dan kegelisahan. Kemudian, ia mudah marah karena hal-hal yang sepele dan menyerang orang lain karena kemarahannya. Permusuhan, kebencian, sukar memaafkan orang lain merupakan suatu penyakit kejiwaan. Begitupun ketika tidak mampu menghadapi kenyataan hidup, tidak realistik, karenanya ia sering lari dari kenyataan dengan cara selalu menyalahkan orang lain (proyeksi) walaupun sebenarnya sumber kesalahan adalah dirinya.
Tiga faktor utama yang menjadi pencetus gangguan jiwa, yaitu: 1. genetik (internal), 2. pola asuh dan pola didik yang kurang baik (salah) karena anak terlalu dimanja dan dikerasi (otoriter/diktator), 3. serta lingkungan sebagai stresor seperti yang dikatakan Hidayat dalam Arianto (2004) Adanya suatu tekanan (pressure) dari lingkungan hanya bisa diobservasi dari reaksi patologik dari pihak individu yang bersifat biologis dan psikologis. Jelas bahwa stressnya sendiri tidak menentukan (non-spesifik), melainkan reaksi terhadap stress tersebut merupakan faktor penentu bagi timbulnya gangguan jiwa seperti yang ijelaskan oleh Maslim (1987).
4. Jelaskan etnosentrisme dalam psikologi lintas budaya!
Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya dipahami. Etnosentrisme dalam hal tertentu juga merupakan sesuatu yang positif.
Tidak seperti anggapan umum yang mengatakan bahwa etnosentrisme merupakan sesuatu yang semata-mata buruk, etnosentrisme juga merupakan sesuatu yang fungsional karena mendorong kelompok dalam perjuangan mencari kekuasaan dan kekayaan. Pada saat konflik, etnosentrisme benar-benar bermanfaat.
Dengan adanya etnosentrisme, kelompok yang terlibat konflik dengan kelompok lain akan saling dukung satu sama lain. Salah satu contoh dari fenomena ini adalah ketika terjadi pengusiran terhadap etnis Madura di Kalimantan, banyak etnis Madura di lain tempat mengecam pengusiran itu dan membantu para pengungsi.

Etnosentrisme memiliki dua tipe yang satu sama lain saling berlawanan. Tipe pertama adalah etnosentrisme fleksibel. Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya. Tipe kedua adalah etnosentrisme infleksibel. Etnosentrisme ini dicirikan dengan ketidakmampuan untuk keluar dari perspektif yang dimiliki atau hanya bisa memahami sesuatu berdasarkan perspektif yang dimiliki dan tidak mampu memahami perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.
5. Jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal transmisi budaya melalui enkulturasi dan sosialisasi!
Salah satu proses yang luas dikenal mengenai kebudayaan adalah transmisi kebudayaan. Artinya kebudayan itu ditransmisikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Pewarisan budaya belajar dapat disamakan dengan istilah Transmisi kebudayaan . Yakni suatu usaha untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan atau pengalaman untuk dijadikan sebagai pegangan dalam meneruskan estafet kebudayaan. Dalam hal ini tidak ada suatu masyarakat yang tidak melakukan usaha pewarisan budaya. Usaha pewarisan ini bukan sekedar menyampaikan atau memberikan suatu yang material, melainkan yang terpenting adalah menyampaikan nilai-nilai yang dianggap terbaik yang telah menjadi pedoman yang baku dalam masyarakat.
Proses transmisi kebudayaan memilki nilai-nilai atau unsur-unsur budaya yang haruslah disosialisasikan artinya harus diwujudkan dalam kehidupan yang nyata di dalam lingkungan yang semakin lama semakin meluas.
Nilai-nilai yang dimiliki seseorang harus mendapatkanpengakuan lingkungan sekitarnya. Artinya kelakuan-kelakuan tersebut harus mendapatkan pengakuan sosial yang berarti bahwa kelakuan-kelakuan yang dimiliki tersebut adalah yang sesuai atau yang seimbang dengan nilai-nilai yang ada dalam lingkungannya.
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Disitulah enkulturasi terjadi melalui mereka.

6. Jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya melalui perkembangan moral!
Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Perkembangan moral sangat dipengaruhi dengan perkembangan religiusitas individu. Tentu peran Agama sangat menentukan sejauh mana kemoralan manusia itu sendiri.
Melihat kondisi sekarang banyak tragedi kemanusian yang tidak berdasarkan kemoralan yang terjadi belum lama ini. Hal ini jelas menunjukan betapa rendahnya kualitas moral manusia. Budaya merupakan salah satu penentu selain Agama, dimana budaya yang beradab dan memiliki nilai-nilai kemoralan yang baik merupakan persamaan untuk melihat perkembangan moral disuatu tempat misalkan. Sehingga Moral itu sendiri memiliki kesamaan dengan budaya yaitu nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh.
Tentu dimana ada persamaan disitu terletaka perbedaan. Budaya-budaya tentu tidak kembar identik satu dengan lainnya, hal ini banyak faktor yang mempengaruhinya seperti seni, kebiasaan, adat istiadat,nilai-nilai, dan berbagai penyokong budaya itu terbentuk. Dari hal perbedaan ini sangat jelas menimbulkan perbedaan pula dari segi perkembangan moral. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

7. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal Konformitas, Compliance dan Obedience !
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Jadi konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok. Dalam hal kebudayaan, masyarakat yang memiliki rasa tanggu jawab untuk melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya adalah bentuk konformitas dilingkungan kebudayaan.
Compliance merupakan bentuk pengaruh sosial yang dipengaruhi oleh permintaan langsung ataupun tidak langsung dari orang lain. Compliance menujuk pada sejauh mana seorang individu mengiyakan atau menolak permintaan orang lain. Dalam hal hubungannya dengan budaya adalah dalam upaya melestarikan budaya itu sendiri ke generasi berikutnya, disinilah akan terjadi compliance. Sejauh mana individu, calon penerus suatu kebudayaan akan mengiyakan atau menolak permintaan orang lain untuk meneruskan suatu kebudayaan tersebut.
Obedience atau ketaatan merupakan ketundukan seseorang kepada apa yang menjadi perintah baginya dalam menggapai suatu tujuan yang menjadi prioritas dirinya sendiri atau orang lain. Dalam hal kebudayaan, seseorang atau kelompok akan memiliki obedience atau ketaatan dalam melestarikan kebudayaan jika itu merupakan suatu tuntutan baginya untuk menjaga kelestarian suatu budaya sehingga budaya itu dapat diteruskan ke generasi berikutnya.
8. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal nilai-nilai.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
3. Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
9. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal perilaku gender!
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.” Dalam hal kebudayaan gender mengacu pada bagaimana peran wanita dan pria untuk mengabil peran dalam suatu kebudayaan sehingga masing-masing gender memiliki identitas dalam posisi meraka disuatu kebudayaan tersebut.
10. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal sosial masyarakat!
Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial mayarakat.
11. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal sosial kognitif !
Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. konteks sosial juga merupakan salah satu sudut pandang dari perkembangan kognitif. Perspektif ini menyatakan bahwa lingkungan sosial dan budaya akan memberikan pengaruh terbesar terhadap pembentukan kognisi dan pemikiran anak. Teori ini memiliki implikasi langsung pada dunia pendidikan.

12. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal individual kolektifitas!
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Jadi budaya individu disini maksudnya suatu kebiasaan yang terdapat dalam diri individu itu sendiri. Ini dapat muncul karena mendapat pengaruh baik lingkungannya, keluarga dan pendidikannya. Budaya individu ini lebih menekankan kepada individunya baik itu tingkah laku maupun pola pikirnya yang membudidaya dalam dirinya. Sedangkan tolong menolong atau kolektivitas dalam hal budaya merupakan hal yang penting, dimana budaya tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan individu-individu yang tolong-menolong demi tercapainya budaya yang indah pada waktunya.
Demikian apa yang saya susun merupakan usaha saya dalam menjawab pertanyaan yang di ajukan, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Untuk lebih memperdalam apa yang saya susun, silahkan anda menelusuri sumber-sumber yang saya gunakan sebagai referensi.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://chit.blog.com/2012/01/19/psikologi-lintas-budaya-soaljawaban/
http://www.psychologymania.com/2011/09/patologi-terkait-budaya-culture-bound.html
http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/etnosentrisme.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Moral

http://www.imadiklus.com/2012/04/kajian-antropologi-teknologi-pendidikan-kasus-transmisi-budaya-belajar.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
http://www.psychologymania.com/2012/04/pengertian-compliance-pemenuhan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai-nilai_budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_%28sosial%29
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif
http://id.wikipedia.org/wiki/Individu
http://www.belajarkonseling.com/berita-153-budaya-individu-dan-budaya-kelompok.html

Leave a comment »

KESEHATAN MENTAL ( TULISAN 1 )

KESEHATAN MENTAL ( TULISAN 1 )

Konsep Sehat dan Dimensinya

Manusia adalah makhluk yang tercipta hampir bisa dikatakan mendekati sempurna dibanding dengan makhluk ciptaan lainnya. Manusia secara umum terdiri dari jiwa dan raga yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan satu sama lainnya. Jiwa dan raga diartikan secara sederhana sebagai rohaniah dan badaniah. Banyak hal yang menjadi penyusun jiwa dan raga, jiwa yang memiliki bagian-bagian didalamnya seperti mental, kepribadian, karakter, emosional dan lain-lain yang menjadikan jiwa kita kaya akan nilai-nilai batiniah. Sedangkan raga itu sendiri adalah badaniah yang melengkapi keindahan dan kesempurnaan fisik, raga yang terdiri dari system organ yang membentuk suatu kinerja yang saling berkaitan dan melengkapi demi terciptanya akselerasi keindahan badaniah.

Ada beberapa filsuf yang mengemukakan pendapatnya tentang manusia.
Menurut Plato manusia itu adalah mahluk pribadi yang memiliki martabat. Di dalam dirinya ada dua entitas terpisah yang kemudian menyatu, yakni tubuh dan jiwa. Akan tetapi martabat manusia sebagai pribadi tersebut tidaklah terbatas pada persatuan tubuh dan jiwa pada awal penciptaan dirinya.
Sedangkan menurut Socrates manusia itu adalah makhluk yang terus mencari dirinya.

Manusia memiliki fungsi kesehatan dalam kehidupan insani. Dalam istilah ini kita sudah menentukan sikap dalam memandang sakit dan sehat. Kondisi raga haruslah dipandang sebagai kondisi raga, ialah kondisi konkrit dari aspek kejasmanian kita.
Seperti yang sudah disinggung diatas, jiwa dan raga itu tidak terpisahkan, mungin ini adalah istilah yang mengibaratkan jiwa dan raga itu adalah satu kesatuan yang terhubung satu samalainnya yaitu “mens sana in corpore sano” didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat atau sehat.

Biasanya jika kita mendengar konsep sehat yang terlintas adalah keadaan fisik yang tidak kurang suatu apapun. Lebih dari itu konsep sehat juga mencangkup kejiwaan. Abad sekarang ini sehat kejiwaan sangat sulit untuk di pertahankan, mengapa demikian ? seseorang yang saling mengasihi dan jatuh cinta seringkali mengalami yang namanya “putus cinta”, bukankah kita merasa jiwa kita terganggu dalam kata lain mengalami gangguan psikis. Lalu berapa orang yang pernah mengalami “putus cinta” tersebut? Jadi begitu banyak orang yang mengalami masalah gangguan psikis yang jika tidak mendapat jalan keluar yang sesuai maka bisa saja orang tersebut mengalami gangguan mental.
Jadi semua manusia mengalami dualitas sakit dan sehat. Mereka yang menderita penyakit mental mengalami masa kelam yang lebih mendalam dari pada umumnya.

Sekilas Pandang Sejarah Kesehatan Mental

Mengenai sejarah kesehatan mental tidaklah begitu jelas seperti halnya ilmu ke dokteran. Ini dikarenakan masalah mental tidak semudah terlihat dan diamati seperti halnya masalah fisik. Masalah mental sangat sulit untuk terdeteksi sekalipun dengan keluarganya sendiri berbeda dengan masalah kesehatan yang relatif lebih mudah utuk terdeteksi. Seperti di indonesia masalah kesehatan mental saat ini belum memiliki perhatian yang serius. Masyarakat lebih mencurahkan perhatianya pada hal-hal yang dianggap lebih dibutuhkan, hal ini berkaitan dengan masalah dan krisis-krisis yang melanda indonesia dengan silih berganti. Maka dari itu, berikut ini mencoba menampilkan tapak kilas sederhana dari sejarah perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa.

Tahun 1600 dan sebelumnya

Pada masa ini pandangan mengenai gangguan mental berkaitan erat dengan dukun asli Amerika(indian), disebut juga sebagai penyembuh dari orang yang diduga mengalami gangguan mental dengan cara menggunakan bantuan dari kekuatan supranatural, menjalani ritual penembusan dan penyucian.
Pada saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental dikarenakan mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada di sekitar.

Tahun 1692

Mendapatkan pengaruh dari imigran dari eropa yang beragaman Nasrani, di Amerika orang yang mengalami gangguan mental pada saat itu sering dianggap terkena sihir/guna-guna atau kemasukan makhluk halus. Ini merupakan penjelasan secara umum yang diterima oleh masyarakat pada saat itu sehingga mereka membenci orang-orang yang di duga memiliki kekuatan sihir itu.

Tahun 1724

Pendeta Cotlon Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri. Pada saat itu benih-benih pendekatan medis mulai dikenalkan, yaitu dengan menjelaskan masalah kejiwaan sebagai akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
Pada abad ke-17 dan 18 individu yang menderita penyakit mental berada dalam penderitaan yang besar di tangan masyarakat Amerika. Mereka dipandang sebagai orang yang dimasuki setan atau dikuasai sifat-sifat kebinatangansehingga mereka menjadi objek penaganan yang menyedihkan.

Tahun 1812

Antara tahun 1830-1860 di inggris timbul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa (Therapeutic optimism) hal ini disebabkan berkembangnya teori dan teknik dalam menangani orang yang mengalami sakit jiwa. Pada tahun 1842 psikiater mulai masuk dan mendapatkan peranan penting di rumah sakit. Namun penanganan pada saat itu banyak yang menemui jalan buntu. Akhirnya muncul masa pesimisme yang terutama di pengaruhi oleh sosialisme Darwin yang menyatakan bahwa gangguan mental adalah perkembangan evolusi.

Tahun 1843

Pada saat itu terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di amerika serikat.

Tahun 1908

Sigmund freud mengunjungi Amerika dan mengajarkan psikoanalisa di universitas Clark di Worcester. Massachusetts.

Tahun 1910

Pada saat itu Emil Kraepelin untuk pertama kalinya menggambarkan penyakit Alzheimer. Dan beliau juga telah mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.

Tahun 1920-an

Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan suatu set model undang-undang yang membantu penelitian-penelitian yang berpengaruh pada kesehatan mental, penyakit mental, dan tretmen yang membawa pengaruh nyata pada sistem kesehatan mental.

Tahun 1950

Dibentuklah National Association of Mental Health (NAMH).

Tahun 1960-an

Obat-obat antupsikotik konvensional pertama kalinya digunakan untuk mengkontrol sintom-sintom yang positif pada penderita psikosis. Yang memberikan ukuran nyata dan membuat pasien tenang. Media Inggris pada saat itu mulai menampilkan orang-orang yang pernah mengalami gangguan mental untuk membagi pengalaman akan hal tersebut.

Tahun 1980

Munculnya perawatan yang terencana, yaitu dengan opname dalam jangka waktu yang pendek dan treatmen masyarakat menjadi standar perawatan penyakit mental. Hal ini tidak terlepas peranan NMHA.

Tahun 1994

Obat antipsikotik atipikal yang pertama dikenalkan. Ini merupakan antipsikotik baru pertama setelah hampir 20 tahun penggunaan obat-obatan konvensional.

Tahun 1997

Berdasarkan sejaranya dapat disimpulkan bahwa pandangan masyarakat terhadap apa yang disebut dengan penyakit mental/sakit jiwa/gangguan mental ternyata berbeda-beda dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Makna gangguan mental yang berbeda-beda membawa implikasi yang berbeda juga dalam menangani individu yang terkena gangguan mental.
Dunia medis memiliki pandangan sendiri terhadap pemahaman gangguan mental. Dunia medis gangguan mental melihat adanya gangguan salah satu organ yang terutama pada otak manusia tersebut. Pandangan medis ini sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan sampai sekarang ini masih menjadi arus utama yang mempengaruhi pemahaman seseorang terhadap kesehatan mental.

Teori Perkembangan Kepribadian Erikson

Erik H. Erikson adalah tokoh yang terkenal dengan teori psikoanalitik kontemporernya.
Penting bagi kita untuk mengingat apa yang dimaksudkan dengan psikososial yang dimana istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang semenjak dilahirkan sampai dengan meninggal dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan individu yang menjadikannya matang secara fisik dan psikologis.
Dalam kata-kata Erikson, ada suatu “kecocokan timbal balik antara individu dengan lingkungan”-artinya disatu pihak antara kapasitas individu untuk berhubungan dengan suatu ruang kehidupan yang terdiri atas manusia dan pranata-pranata yang selalu bertambah luas, dan di lain pihak, kesiapan manusia dan pranata-pranata ini untuk membuatnya menjadi bagian dari suatu keprihatinan budaya yang tengah berlangsung.
Teori psikososial tentang perkembangan berlangsung melalui delapan tahapan yang dikemukakan Erikson. Empat tahap yang pertama terjadi pada masa bayi dan masa kanak-kanak, tahap kelima pada masa adolesen dan ketiga tahap terakhir terdapat pada tahun-tahun dewasa dan usia tua. Dalam tulisan-tulisan Erikson, menekankan pada masa adolesen karena pada masa tersebut adalah peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Apa yang terjadi pada masa ini adalah sangat penting bagi kepribadian dewasa. Identitas, krisis-krisis identitas dan kekacauan identitas merupakan konsep-konsep Erikson yang sangat terkenal.

Berikut ini adalah sekilas uraian mengenai delapan tahap yang dikemukakan oleh Erikson mengenai perkembangan kepribadian.

1. kepercayaan dasar versus kecurigaan dasar

kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap sensorik-oral dan ditunjukan oleh bayi melalui kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman, dan membuang kotoran dengan santai. Setiap hari bayi menjadi semakin terbiasa oleh pengalaman inderawi dan keterbiasaanya ini dibarengi dengan perasaan senang. Situasi dan orang-orang yang disekelilingnya meninggalkan kenyamanan menjadi akran dan dikenal oleh bayi. Maka bayi mampu menerima bahwa orang tersebut mungkin tidak ada untuk sementara waktu. Prestasi sosial yang pertama yangmampu dicapai oleh bayi adalah mungkin ia mengembangkan suatu kepastian dan kepercayaan dalam dirinya bahwa orang yang bersifat keibuan itu akan kembali.
Perbandingan yang tepat antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Pengharapan itu sendiri adalah kebajikan yang paling awal dan paling esensial yang melekat dalam hidup. Erikson menyatakan “pengharapan adalah keyakinan yang bersifat menetap akan kemungkinan dicapainya suatu hasrat-hasrat kuat, terlepas dari dorongan-dorongan dan kegemaran-kegemaran suram yang menandai permulaan eksistensi”.

2. Otonomi versus perasaan malu dan keragu-raguan

Pada tahap kedua kehidupan anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Perjuangan anak terhadap pengalaman-pengalaman baru dan lebih berorientasi pada kegiatan, menimbulkan sejenis tuntutan ganda pada anak, seperti tuntutan unutk mengkontrol diri sendiri, dan tuntutan menerima kontrol dari orang lain dalam lingkungan.

3. inisiatif versus kesalahan

Tahap ini adalah suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik dan kejiwaaan. Pada masa ini anak memainkan peranan yang dramatik keterasingan batin yang dapat timbul pada masa kanak-kanak ini adalah suatu perasaan bersalah. Karena orang dewasa memainkan peranan-peranan atau melakukan tindakan-tindakan untuk menampilkan suatu gambaran yang tidak mencerminkan kepribadiannya yang sejati.

4. kerajinan versus inferioritas

Pada tahap keempat ini, anak harus belajar mengkontrol imajinasinya yang sangat kaya, dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan suatu sikap rajin dan mempelajari ganjaran dari ketekunan dan kerajinan.

5. identitas versus kekacauan identitas

Selama masa adolesen, individu mulai merasakan suatu perubahan tentang identitas dirinya, parasaan bahwa ia adalah manusia yang berbeda dengan lainnya, namun siap memasuki suatu peranan yang berarti disuatu masyarakat, entah peranan tersebut berupa penyesuaian diri atau bersifat memperbaharui.
Karena peralihan yang sulit dari masa kanak-kanak ke masa dewasa di satu pihak dan karena kepekaan terhadap perubahan sosial dan historis dilain pihak, maka selama tahap pembentukan identitas seorang remaja. Mungkin merasakan kekacauan identitas atau kekacauan peran. Keadaan ini mengakibatkan orang merasa terisolasi, hampa, camas dan bimbang.

6. keintiman versus isolasi

pada tahap ini orang-orang dewasa awal (young adults) siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan hubungan-hubungan yang intim atau akrab, dan persaudaraan serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutukan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini meski mereka harus berkorban. Bahaya pada tahap ini adalah isolasi, yakni menghindari hubungan karena orang tidak mau melibatkan diri dalam keintiman.

7. generativitas versus stagnasi

ciri tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan, produk-produk, ide-ide dan sebagainya serta pembentukan dan penetapan garis-garis pendoman untuk generasi-generasi mendatang. Apabila generativitas melemah atau tidak di ungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi.

8. integritas versus keputusasaan

integritas paling tepat digambarkan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda dan orang-orang, produk-produk dan ide-ide, dan setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam hidup. Keputusasaan dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi-kondisi sosial dan historis, belum lagi ketidak kekalan yang berujungkan pada kematian.

Inilah sekilas mengenai uraian delapan tahap yang dikemukakan oleh Erikson mengenai perkembangan kepribadian.

Teori Perkembangan Kepribadian Freud

Sigmund Freud lahir di moravia, 6 mei 1856 dan wafat di London pada 23 september 1939. Freud mungkin adalah psikolog pertama yang menekanka aspek-aspek perkembangan kepribadian dan terutama menekankan peranan menentukan dari tahun-tahun awal masa bayi dan kanak-kanak dalam meletakan struktur watak dasar sang pribadi. Freud berpendapat bahwa kepribadian telah cukup terbentuk pada akhir tahun kelima, dan bahwa perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan elaborasi terhadap struktur dasar tersebut. Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap sumber tegangan pokok, yakni: proses-proses pertumbuhan fisiologis, frustasi-frustasi, konflik-konflik, ancaman-ancaman.
Sebagai akibat langsung dari meningkatnya tegangan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber ini, sang pribadi terpaksa mempelajari cara-cara baru untuk mereduksikan tegangan. Proses belajar inilah yang disebut dengan perkembangan kepribadian.
Identifikasi dan pemindahan adalah dua cara yang digunakan individu untuk belaja mengatasi frustasi-frustasi, konflik-konflik dan kecemasan-kecemasan.

Identifikasi

Identifikasi dapat di definisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri. Orang belajar mereduksi tegangan dengan cara bertingkah laku seperti orang lain bertingkah laku. Identifikasi juga merupakan cara dengan mana individu memperoleh kembali suatu objek yang hilang. Seperti anak-anak yang di tentang oleh orang tuanya karena mereka sudah mulai mencintai lawan jenisnya pada jenjang usia yang belum pantas akan hal tersebut, cenderung membentuk identifikasi yang kuat dengan harapan bisa memperoleh cinta mereka. Identifikasi semacam ini adalah awal pembentukan superego.

Pemindahan

Adalah apabila objek asli yang dipilih insting tidak dapat dicapai karena adanya rintangan baik dari luar maupun dari dalam, maka kateksis yang baru akan terbentuk, kecauali terjadi suatu represi yang kuat. Apabila keteksis yang baru itu juga terhalang, maka akan terjadi pemindahan lain, demikian seterusnya, sampai di temukan objek yang mampu sedikit mengurangi tegangan yang tak tersalurkan.

Freud juga menerangkan adanya tahap-tahap dalam perkembangan.

1) Tahap Oral
Tahap dimana sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makanan. Makanan adalah stimulasi sentuhan terhadap bibir dan rongga mulut, serta menelan atau jika makanan yang tidak menyenangkan, maka akan memuntahkannya. Dua aktivitas menelan dan menggigit merupakan prototipe bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari.

2) Tahap Anal
Tahap ini sumber kenikmatan terletak pada dubur, yaitu ketikan makanan yang kita konsumsi mengalami proses pencernaan dan pada akhirnya akan bermuara pada usus besar sebelum di keluarkan melalui dubur. Pengeluaran feses menghilangka sumber ketidaknyamanan dan menimbulkan rasa lega. Proses pembelajaran toilet training cukup penting karena mengakibatkan pengaruh yang sangat luas terhadap pembentukan-pembentukan sifat dan nilai-nilai khusus.

3) Tahap Phalik
Selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi dinamika adalah perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital.

3) Tahap Genital
Ditandai dengan bekerjanya fungsi biologis pokok yaitu reproduksi; aspek-aspek psikologis membantu mencapai tujuan ini dengan memberi stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

Meskipun freud membedakan empat tahap perkembangan kepribadian, namun ia tidak mengasumsikan bahwa ada batasan-batasan tajam atau transisi-tansisi yang mengejutkan dalam peralihan dari satu tahap ketahap lain. Bentuk akhir dari organisasi kepribadian merupakan hasil dari sumbangan dari keempat tahap tersebut.

Kepribadian Yang Sehat

Apakah yang dimaksud dengan kepribadian yang sehat?bagaimana sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?dan apakah anda adalah pribadi yang sehat?
Mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas dalam suatu pandangan yang mewakili pertanyaan dari banyak orang.

Kepribadian adalah kata yang begitu umumnya dipakai dalam khalayak ramai, kepribadian seseorang bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan. Menurut allport (1937) ia menemukan bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam sejumlah kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang itu sesungguhnya”.

Seperti yang sudah kita bahas di atas, sehat merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.

Kepribadian yang sehat secara akademisi di pelajari secara mendalam pada psikologi pertumbuhan, yang didalamnya terdapat model-model kepribadian sehat.
Salah satunya adalah Erich Fromm yang pernah menuliskan “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan keperluan-keperluan masyarakat dimana kita hidup”. Karena kekuatan-kekuatan sosial dan kultur begitu penting, fromm percaya bahwa perlu menganalisis struktur masyarakat. Jadi kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan mengubah kepribadian manusia. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau mengambat pertumbuhan dan perkembangan manusia yang positif.

Fromm memberikan suatu gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.

Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.

Dari uraian sederhana diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian sehat adalah milik dari setiap individu, pada dasarnya manusia dilahirkan dalam kondisi yang bahagia didalam keadaan menyakitkan sekalipun. Pribadi yang sehat terdapat di setiap insan manusia yang mau menerima kekurangan dan kelebihan dengan penuh bahagia serta menyadari arti kehidupan dengan penuh kebijaksanaan. Maka dari situlah kepribadian yang sehat itu muncul.

Demikian tugas dan serta tulisan ini di buat, semoga bermanfaat untuk kita semua, mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam pengerjaannya. Saran dan komentar anda sangat memberikan penyegaran bagi saya. Terima kasih dan salam cinta kasih untuk kita semua.

Daftar Pustaka :

Siswanto, S. 2007. Kesehatan Mental : Konsep, Cakupan, dan Pengembangannya. Andi Yogyakarta. Yogyakarta.

Hall S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius. Yogyakarta.

Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Kanisius. Yogyakarta.

Drijarkara, N. 1969. Filsafat Manusia. Kanisius. Yogyakarta.

Comments (6) »

KESEHATAN MENTAL ( TUGAS 1 )

KESEHATAN MENTAL ( TUGAS 1 )

Konsep Sehat dan Dimensinya

Manusia adalah makhluk yang tercipta hampir bisa dikatakan mendekati sempurna dibanding dengan makhluk ciptaan lainnya. Manusia secara umum terdiri dari jiwa dan raga yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan satu sama lainnya. Jiwa dan raga diartikan secara sederhana sebagai rohaniah dan badaniah. Banyak hal yang menjadi penyusun jiwa dan raga, jiwa yang memiliki bagian-bagian didalamnya seperti mental, kepribadian, karakter, emosional dan lain-lain yang menjadikan jiwa kita kaya akan nilai-nilai batiniah. Sedangkan raga itu sendiri adalah badaniah yang melengkapi keindahan dan kesempurnaan fisik, raga yang terdiri dari system organ yang membentuk suatu kinerja yang saling berkaitan dan melengkapi demi terciptanya akselerasi keindahan badaniah.

Ada beberapa filsuf yang mengemukakan pendapatnya tentang manusia. Menurut Plato manusia itu adalah mahluk pribadi yang memiliki martabat. Di dalam dirinya ada dua entitas terpisah yang kemudian menyatu, yakni tubuh dan jiwa. Akan tetapi martabat manusia sebagai pribadi tersebut tidaklah terbatas pada persatuan tubuh dan jiwa pada awal penciptaan dirinya. Sedangkan menurut Socrates manusia itu adalah makhluk yang terus mencari dirinya.

Manusia memiliki fungsi kesehatan dalam kehidupan insani. Dalam istilah ini kita sudah menentukan sikap dalam memandang sakit dan sehat. Kondisi raga haruslah dipandang sebagai kondisi raga, ialah kondisi konkrit dari aspek kejasmanian kita.
Seperti yang sudah disinggung diatas, jiwa dan raga itu tidak terpisahkan, mungin ini adalah istilah yang mengibaratkan jiwa dan raga itu adalah satu kesatuan yang terhubung satu samalainnya yaitu “mens sana in corpore sano” didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat atau sehat.

Biasanya jika kita mendengar konsep sehat yang terlintas adalah keadaan fisik yang tidak kurang suatu apapun. Lebih dari itu konsep sehat juga mencangkup kejiwaan. Abad sekarang ini sehat kejiwaan sangat sulit untuk di pertahankan, mengapa demikian ? seseorang yang saling mengasihi dan jatuh cinta seringkali mengalami yang namanya “putus cinta”, bukankah kita merasa jiwa kita terganggu dalam kata lain mengalami gangguan psikis. Lalu berapa orang yang pernah mengalami “putus cinta” tersebut? Jadi begitu banyak orang yang mengalami masalah gangguan psikis yang jika tidak mendapat jalan keluar yang sesuai maka bisa saja orang tersebut mengalami gangguan mental.

Jadi semua manusia mengalami dualitas sakit dan sehat. Mereka yang menderita penyakit mental mengalami masa kelam yang lebih mendalam dari pada umumnya.

Sekilas Pandang Sejarah Kesehatan Mental

Mengenai sejarah kesehatan mental tidaklah begitu jelas seperti halnya ilmu ke dokteran. Ini dikarenakan masalah mental tidak semudah terlihat dan diamati seperti halnya masalah fisik. Masalah mental sangat sulit untuk terdeteksi sekalipun dengan keluarganya sendiri berbeda dengan masalah kesehatan yang relatif lebih mudah utuk terdeteksi. Seperti di indonesia masalah kesehatan mental saat ini belum memiliki perhatian yang serius. Masyarakat lebih mencurahkan perhatianya pada hal-hal yang dianggap lebih dibutuhkan, hal ini berkaitan dengan masalah dan krisis-krisis yang melanda indonesia dengan silih berganti. Maka dari itu, berikut ini mencoba menampilkan tapak kilas sederhana dari sejarah perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa.

Tahun 1600 dan sebelumnya

Pada masa ini pandangan mengenai gangguan mental berkaitan erat dengan dukun asli Amerika(indian), disebut juga sebagai penyembuh dari orang yang diduga mengalami gangguan mental dengan cara menggunakan bantuan dari kekuatan supranatural, menjalani ritual penembusan dan penyucian.
Pada saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental dikarenakan mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada di sekitar.

Tahun 1692

Mendapatkan pengaruh dari imigran dari eropa yang beragaman Nasrani, di Amerika orang yang mengalami gangguan mental pada saat itu sering dianggap terkena sihir/guna-guna atau kemasukan makhluk halus. Ini merupakan penjelasan secara umum yang diterima oleh masyarakat pada saat itu sehingga mereka membenci orang-orang yang di duga memiliki kekuatan sihir itu.

Tahun 1724

Pendeta Cotlon Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri. Pada saat itu benih-benih pendekatan medis mulai dikenalkan, yaitu dengan menjelaskan masalah kejiwaan sebagai akibat gangguan yang terjadi ditubuh.
Pada abad ke-17 dan 18 individu yang menderita penyakit mental berada dalam penderitaan yang besar di tangan masyarakat Amerika. Mereka dipandang sebagai orang yang dimasuki setan atau dikuasai sifat-sifat kebinatangansehingga mereka menjadi objek penaganan yang menyedihkan.

Tahun 1812

Antara tahun 1830-1860 di inggris timbul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa (Therapeutic optimism) hal ini disebabkan berkembangnya teori dan teknik dalam menangani orang yang mengalami sakit jiwa. Pada tahun 1842 psikiater mulai masuk dan mendapatkan peranan penting di rumah sakit. Namun penanganan pada saat itu banyak yang menemui jalan buntu. Akhirnya muncul masa pesimisme yang terutama di pengaruhi oleh sosialisme Darwin yang menyatakan bahwa gangguan mental adalah perkembangan evolusi.

Tahun 1843

Pada saat itu terdapat 24 rumah sakit, tapi hanya ada 2.561 tempat tidur yang tersedia untuk menangani penyakit mental di amerika serikat.

Tahun 1908

Sigmund freud mengunjungi Amerika dan mengajarkan psikoanalisa di universitas Clark di Worcester. Massachusetts.

Tahun 1910

Pada saat itu Emil Kraepelin untuk pertama kalinya menggambarkan penyakit Alzheimer. Dan beliau juga telah mengembangkan alat tes untuk mendeteksi gangguan epilepsi.

Tahun 1920-an

Komite Nasional untuk Mental Higiene menghasilkan suatu set model undang-undang yang membantu penelitian-penelitian yang berpengaruh pada kesehatan mental, penyakit mental, dan tretmen yang membawa pengaruh nyata pada sistem kesehatan mental.

Tahun 1950

Dibentuklah National Association of Mental Health (NAMH).

Tahun 1960-an

Obat-obat antupsikotik konvensional pertama kalinya digunakan untuk mengkontrol sintom-sintom yang positif pada penderita psikosis. Yang memberikan ukuran nyata dan membuat pasien tenang. Media Inggris pada saat itu mulai menampilkan orang-orang yang pernah mengalami gangguan mental untuk membagi pengalaman akan hal tersebut.

Tahun 1980

Munculnya perawatan yang terencana, yaitu dengan opname dalam jangka waktu yang pendek dan treatmen masyarakat menjadi standar perawatan penyakit mental. Hal ini tidak terlepas peranan NMHA.

Tahun 1994

Obat antipsikotik atipikal yang pertama dikenalkan. Ini merupakan antipsikotik baru pertama setelah hampir 20 tahun penggunaan obat-obatan konvensional.

Tahun 1997

Berdasarkan sejaranya dapat disimpulkan bahwa pandangan masyarakat terhadap apa yang disebut dengan penyakit mental/sakit jiwa/gangguan mental ternyata berbeda-beda dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Makna gangguan mental yang berbeda-beda membawa implikasi yang berbeda juga dalam menangani individu yang terkena gangguan mental.
Dunia medis memiliki pandangan sendiri terhadap pemahaman gangguan mental. Dunia medis gangguan mental melihat adanya gangguan salah satu organ yang terutama pada otak manusia tersebut. Pandangan medis ini sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan sampai sekarang ini masih menjadi arus utama yang mempengaruhi pemahaman seseorang terhadap kesehatan mental.

Daftar Pustaka :

Siswanto, S. 2007. Kesehatan Mental : Konsep, Cakupan, dan Pengembangannya. Andi Yogyakarta. Yogyakarta.

Hall S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius. Yogyakarta.

Drijarkara, N. 1969. Filsafat Manusia. Kanisius. Yogyakarta.

Comments (1) »

PENGARUH KESENDIRIAN TERHADAP KECANDUAN INTERNET PADA INDIVIDU DEWASA AWAL PENGGUNA INTERNET

PENGARUH KESENDIRIAN TERHADAP KECANDUAN INTERNET PADA INDIVIDU DEWASA AWAL PENGGUNA INTERNET

Pada kesempatan yang baik kali ini saya mencoba mengulas sebuah jurnal menarik yang mungkin dari kita ada yang mengalami seperti yang saya tulis pada judul diatas yang merupakan judul dari jurnal yang coba kita ulas yakni “PENGARUH LONELINES TERHADAP INTERNET ADDICTION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL PENGGUNA INTERNET” yang merupakan hasil dari rancangan Josetta M.R.Tuapattinaja dan Nina Rahayu.
Dalam jurnal ini menganalisis bagaimana Lonelines (rasa sendiri, kesepian, atau kesendirian) berpengaruhnya terhadap Internet Addiction (kecanduan internet). Pengaruh yang bagaimana loneliness terhadap internet addiction pada pengguna internet tentunya. Dan apakah ada perbedaan lonelines terhadap internet addiction dengan jenis kelamin atau usia dan sebagainya.
Loneliness diartikan oleh peplau dan perlman (dalam jurnal pengaruh lonelines terhadap internet addiction ini) sebagai perasaan dirugikan dan tidak terpuaskan yang dihasilkan dari kesenjangan antara hubungan sosial yang diinginkan dan hubungan sosial yang dimiliki. Dengan demikian disimpulkan dalam jurnal ini bahwa loneliness merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan disebabkan adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diharapkan dengan kenyataan kehidupan interpersonalnya akibat terhambatnya atau berkurangnya hubungan sosial yang dimiliki seseorang.
Dari pengertian yang disampaikan diatas, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi loneliness yaitu : usia, status perkawinan, gender, status sosial ekonomi, dan karakteristik latar belakangnya.
Disebutkan bahwa internet dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi loneliness . apa lagi internet menghubungkan komputer yang satu dengan komputer-komputer lainnya dibelahan bumi manapun. Hal ini tentunya memungkinkan setiap orang untuk berinteraksi kepada individu lainya. Pada individu yang mengalami loneliness, disatu sisi pengguna internet biasanya menimbulkan keuntungan seperti mengurangi rasa kesepian itu sendiri, mengembangkan perasaan mendapat dukungan sosial dan dapat membentuk persahabatan secara online. Disisi lain loneliness memakan waktu yang lebih banyak untuk sendirian di depan komputer dibanding dengan ia harus berinteraksi dengan orang lain secara langsung.
Internet addiction oleh Young dalam jurnal ini diungkapkan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu untuk mengontrol penggunaannya saat online.
Orang-orang yang demikian menunjukan sindrom rasa cemas dan depresi ketika ia tidak terhubung kedalam internet. Sehingga akan menggangu kinerja pada pekerjaannya, sekolah atau lainnya.
Dalam jurnal ini menggunakan metode variabel bebas dan variabel tergantung dalam penelitianya untuk mengetahui sejauh mana hubungan loneliness terhadap internet addiction.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat positif loneliness terhadap internet addiction pada pengguna internet. Artinya semakin tinggi loneliness yang dirasakan pengguna internet maka semakin tinggi internet addiction yang dirasakanya begitu juga sebaliknya.
Selanjutnya sumbangan efektif variabel loneliness terhadap variabel internet addiction adalah 12,8% artinya loneliness memberikan pengaruh sebesar itu terhadap internet addiction. Tidak ada perbedaan loneliness pada pengguna internet dari segi usia. Dan tidak ada perbedaan loneliness yang signifikan dari segi jenis kelamin tetapi diperoleh dalam penelitiannya bahwa perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.
Terdapat perbedaan yang signifikan jika di tinjau dari status pekerjaannya, mean data dari penelitian ini menyebutkan bahwa loneliness pada pengguna yang belum bekerja lebih tinggi dibanding yang sudah bekerja.
Dalam jurnal ini menyarankan pengguna internet menyadari kemungkinan mengalami Internet Addiction dan pentingnya mengontrol pola penggunaan internetnya agar kehidupan sosial di dunia nyata tidak terganggu. Dan menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan aktif yang membangun interaksi pada dunia nyata.

Demikian ulasan saya yang bersumber pada jurnal yang berjudul “PENGARUH LONELINES TERHADAP INTERNET ADDICTION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL PENGGUNA INTERNET” semoga uraian saya ini membantu memahami jurnal yang sebenarnya di sajikan oleh Josetta M.R.Tuapattinaja dan Nina Rahayu. Sehingga kita dapat memetik manfaat dari hasil analisis jurnal ini.

Sumber : http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/42094954.pdf. diakses pada tanggal tanggal 31 desember 2011.

Leave a comment »

Memanfaatkan Internet Pada Dunia Psikologi

Memanfaatkan Internet Pada Dunia Psikologi

Secara harfiah, Internet adalah kependekan dari interconnection-networking, yaitu sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Internet sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kebanyakan orang, Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet.
Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) atau pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.
Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan dunia psikologi. Sudah banyak situs-situs yang menampilkan tes-tes psikologi yang mengacu pada suatu pengukuran psikis tertentu, seperti tes intelegensi, tas bakat, tes prestasi, tes kreativitas, tes kepribadian, dan lain-lain.
Berdasarkan judul diatas, mari kita lihat manfaat dalam dunia psikologi dengan menggunakan internet. Mungkin daari kita pernah ada pengalaman dalam menjalani suatu tes psikologi untuk mengetahui intelegensi, misalkan. Atau bahkan kepribadian kita? Sekarang tes-tes semacam itu tidak lagi hanya bisa kita lakukan pada labotorium, lembaga psikologi atau tempat-tempat konvensional lainnya. Sekrang kita dapat memanfaatkan teknologi internet didalam menjalani tes-tes terrsebut. Seperti situs yang satu ini (http://similarminds.com). Situs ini adalah salah satu yang menyediakan macam-macam tes psikologi, yang mengutamakan tes kepribadian.

http://similarminds.com

situs ini menpilkan berbagai fitur tes psikologi yang bisa kita lakukan. Mari kita mencoba dari salah satu fitur yang di sediakan oleh similarminds. Personality Disorder Test (tes gangguan kepribadian). Kita akan mencobanya dari segi kecerdasan atau intelligence dengan menggunakan alat tes yang bernama “Visual Pattern Test”. Disini kita akan mencoba mengukur tingkat kecerdasan diri sendiri dengan rangkain gambar yang menunjukan suatu struktur tertentu dengan waktu hanya dua puluh menit untuk menemukan kira-kira bagaimana anda menghadapi gambar-gambar yang baru anda lihat dalam menghadapi persoalan.
Pastikan tidak ada link gambar yang rusak sebelum memulai, jika ada, kembali halaman tersebut.
Untuk setiap pertanyaan pilih opsi yang paling sesuai dengan pola gambar sebelumnya.
Anda memiliki 20 menit, setelah 20 menit ujian akan berakhir secara otomatis.

Setelah anda merasa sudah mengisi soal-soalanya. Segera klik submit pada bagian paling bawah. Kemudian dengan cepat hasil dari tes yang kita jalani langsung tampak pada layar PC anda.

Disini dijelaskan bahwa Sir Francis Galton, sepupu dari Charles Darwin, pertama kali dipopulerkan gagasan kecerdasan terukur pada akhir 1800. Charles Spearman kemudian menemukan bahwa semua kemampuan mental cenderung berkorelasi bersama-sama ketika dianalisis secara statistik. Dia menyebut peneliti G. modern cenderung bahwa ada dua macam kecerdasan, kecerdasan mengkristal (pengetahuan yang dipelajari) dan kecerdasan cairan (kemampuan pengolahan abstrak). Kebanyakan non-verbal tes mengukur kecerdasan yang terakhir.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan cairan dapat berkorelasi terbaik untuk .
Pada hasilkali ini Persentil keseluruhan adalah 3% yang berarti Anda dinilai lebih tinggi dari 3% dari orang-orang yang telah mengambil tes ini. Populasi internet cenderung lebih cerdas sehingga persentil Anda mungkin lebih tinggi jika tes mengambil sampel acak sempurna. Perlu diingat, mengambil tes ini lebih dari sekali akan membuat skor persentil Anda tidak akurat karena skor persentil mengasumsikan pertanyaan-pertanyaan ini masih segar untuk pengambil tes.
Inti dari tes ini adalah untuk menantang Anda dan menunjukkan bagaimana Anda menghadapi serangkain tes yang baru anda lihat dalam membandingkanya dengan tes-tes lainya. Akibatnya, diharuskan merahasiakan jawaban untuk melindungi integritas tes.
Jadi kita sudah melihat manfaat dari teknologi internet yang mempengaruhi dunia psikologi sampai hal tes psikologi sekalipun.
Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, mohon maaf jika ada salah dalam informasi yang terangkum didalamnya.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/jenis-jenis-test-psikologi

http://similarminds.com

Leave a comment »

PERSEPSI

Persepsi

Mungkin dari kita pernah melihat sebuah status seseorang dalam situs jejaring sosial facebook, misalkan. Dari status yang ditulis tersebut, biasanya kita menerka-nerka “sedang apa orang tersebut?”, “bagaimana keadaannya ?”, dan “apa yang terjadi dengannya?”, serta masih banyak lagi yang bisa kita ketahui dari status orang tersebut. Bukan hanya itu, foto yang dimuat oleh si pemilik akun facebook, memiliki maksud, gambaran, suasana hati dan masih banyak lagi yang dapat kita persepsikan dari informasi-informasi yang kita lihat dari satu akun facebook seseorang.

Dalam dunia psikologi, tepatnya dalam psikologi sosial. Dikenal adanya istilah persepsi, yaitu proses pemberian arti terhadap stimulus dari luar setelah di olah otak. Proses pemberian persepsi itu berdasarkan pengalaman, pemahaman terhadap sesuatu dan berdasarkan informasi yang dipahaminya. Dalam kaitannya ada yang disebut persepsi sosial yaitu pembentukan dan pengolahan kesan tentang karakteristik orang lain. Hal ini didasari oleh pencarian informasi untuk memahami keadaan dan perasaan orang lain, untuk memahaminya kita menggunakan indera dan kognisi yang di dasari dimensi efaluatif.

Dari sedikit pengantar yang saya paparkan diatas, alangkah baiknya kita mencoba mempersepsikan seseorang untuk mengetahui keadaan, perasaan, suasana hati, karakteristik, aktif atau pasifkah orang tersebut dan memutuskan penilaian baik atau buruknya orang tersebut berdasarkan akun fecebooknya.

Data atau informasi berikut ini saya dapatkan dari salah seorang pengguna akun facebook yang identitasnya saya rahasiakan.

Dari informasi yang ada dalam akunnya ini saya mencoba mempersepsikan mulai dari foto profil yang di gunakan oleh orang ini.
Dalam foto pojok kiri atas terlihat dua orang individu yang saling berdekatan, secara emosional kedua individu ini sudah saling mengenal secara dekat terlihat dari posisi badan yang saling bersentuhan. Keadaan fisik kedua individu tersebut juga kelihata letih, terlihat dari expresi wajah yang ditunjukan, senyum dari kedua individu tersebut cenderung menariknya secara paksa.

Foto kedua ini menunjukan olahraga favorit dan tim favorit, dari olah raga favorit individu ini menggemari tipe olahraga yang membutuhkan energi yang cukup besar yaitu berenang dan basket. Dari sini kita bisa melihat bahwa individu yang bersangkutan memiliki kepribadian yang aktif dan berenergi.
Dari tim favorit yang ia gemari, terlihat pribadi yang nasionalis. Itu di tunjukan dengan menggemari Timnas Indonesia.

Foto ketiga memperlihatkan seni dan hiburan yang ia gemari. Pertama dilihat dari musik yang ia sukai adalah pribadi yang berenergi, shakira dan rihana adalah dua musisi yang memiliki tata panggung yang memukau dengan tarian-tarian berenergi. Individu ini juga menyukai musisi yang berwajah rupawan seperti kevin aprilio dan justin bieber, menunjukan bahwa ia adalah perempuan yang pemilih dalam mencari pasangan. Serta individu yang sedang merasakan suasana cinta yang kental dengan ia menyukai viera pada musik kesukaannya.
Dilihat dari judul buku yang ia sukai, terlihat ia adalah pribadi yang humoris, tercerminkan dari judul buku “lo gue end…” dan “…prikitiew”. ia juga sosok orang yang religius serta memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar, terlihat dari buku yang berjudul “buddha” dan “cerita”.
Selanjutnya dilihat dari film-film yang ia gemari didominasi oleh film-film animasi yang menunjukan ia adalah individu yang menyenangi imajinasi tanpa batas dan sesuatu yang menakjubkan. Ketertarikan akan peristiwa atau kisah cinta seseorang diluar dirinyamembuat ia sangat tertarik untuk mengetahuinya, terlihat dari film “cinta cenat-cenut (sm*sh)”.

Ia sangat menyukai acara-acara televisi yang berbau hiburan, dan ditambah lagi dari aktivitas dan minatnya mencerminkan individu yang kreatif serta memiliki kepercayaan diri yang baik. Karena menyanyi adalah proses olah vokal yang harus menggunakan kreatifitas serta kepercayaan diri.

Dari tulisan yang mendeskripsikan dirinya, tersirat bahwa ia menginginkan orang lain memiliki pandangan sama tentang dirinya, “terimalah seseorang apa ada’y..
&cintailah seperti mencintai diri kita sendiri” ia menginginkan adanya seseorang yang mencintai dirinya apa adanya atau sebaliknya, serta ia menginginkan cintai yang tulus dari seseorang.

Sekarang kita mencoba mempersepsikan dari album foto yang ia tampilkan dalam akun facebooknya. Dari jumlah album yang hanya tujuh folder dan jumlah foto dari masing-masing folder juga tidak terlalu bayak, menunjukan individu yang bersangkutan cukup ekspresif dalam menampilkan jati dirinya kepada publik dalam artian tidak berlebihan. Individu yang satu ini cukup religius terlihat adanya folder yang memuat foto-foto yang berbau keagamaan. Serta individu yang menyukai hiburan yang bersifat menyenangkan.

Dari status-status yang ia tulis dalam akun facebooknya, dari foto ke tujuh sampai dengan ke sepuluh, terlihat ia dalam suasana hati yang mengharapkan sesuatu yang ia tinggu-tunggu mungkin seperti seseorang yang ia rindukan. Dalam foto nomer kesepuluh terlihat jelas perasaan yang ia alami waktu itu sangatlah berbunga-bunga, seperti rasa sedang jatuh cinta. Dan mengharapkan orang tersebut menyatakan cinta padanya.

Dari sepuluh informasi yang kita dapatkan diatas, kita dapat mengolahnya menjadi persepsi terhadap suatu hal. Dari persepsi-persepsi tersebut kita akan mendapatkan kesan yang di peroleh tentang individu tersebut. Sehingga kita dapat menilai seseorang baik atau buruknya berdasarkan kesan yang didapatinya. Perlu menjadi catatan dalam hal ini, baik atau buruknya seseorang bukan hanya dilihat dari sudut pandang tertentu, melainkan harus dengan pendekatan yang mendalam sehingga kita bisa tahu pasti orang tersebut dengan jelas. Mohon maaf jika dalam penulisannya ada kata-kata yang kurang tepat dan terimakasih atas perhatiannya.

Comments (3) »

INTERNET

Sejarah Internet

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).
Pada tahun 1982, istilah “Internet” pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut. Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.
Pengertian Internet

Suatu jaringan computer global yang terbentuk dari jaringan – jaringan computer local dan regional. Serta memungkinkan komunikasi antar computer – computer yang terhubung dengan jaringan tersebut.

internet (interconnected computer networks) bisa juga didefinisikan network komputer tiada batas yang menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia, dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta fasilitas layanan internet browsing atau surfing. Istilah ini lebih dikenal dengan “online” di internet. Pekerjaan ini bisa kita dapat di ibaratkan seperti kita sedang berjalan-jalan di disebuah pasar sembari melihat-lihat ke toko-toko namun tidak membeli sesuatu apapun.

Manfaat Internet

Manfaat internet sungguh begitu luas saat ini, kita sedemikian bergantung kepada si koneksi computer ini, saya mencoba untuk mengklasifikasikan dalam dua garis besar yaitu bagi dunia hiburan, dan bagi dunia pendidikan.

Manfaat bagi dunia hiburan

Bagi dunia hiburan banyak sekali manfaat Internet atau penggunaannya yang dapat kita lihat dan rasakan, ini adalah beberapa diantaranya :

1.mengisi waktu saat bersantai.
Hal ini banyak kita lakukan untuk menghilangkan rasa jenuh dalam waktu senggang seperti menonton TV, mendengarkan music, melihat video dll.
2. advertisement.
Iklan atau pemasaran banyak sekali di genjarkan oleh mereka yang memiliki biaya yang minim, hal ini internet menjadi lapangan menanam iklan mereka dalam internet.
3. mencari tempat wisata.
“Bingung mencari target berwisata??” mungkin dari kita sering kali memanfaatkan internet untuk menetukan atau memberi pilihan dalam berlibur. Didalam menggunakan internet berbagai tempat wisata di dunia ini dapat kita lihat dengan sangat mudah, sehingga memungkinkan juga dalam pencarian tempat wisata, sering kali kita temukan juga biro – biro perjalan yang ditawarkan sehingga lebih mempermudah lagi dalam menentukan tempat wisata.
4. Situs jejaring social.
Internet saat ini sudah merambah dalam hal bersosial, saat ini kita mengenal istilah jejaring social yang ada dalam internet. Sering kali kita menghilangkan rasa jenuh dengan mencari hiburan yang memiliki jejaring pertemanan yang luas, salah satu nya adalah facebook. Situs hiburan yang sangat popular ini adalah menjadi boomerang untuk mencari sahabat baru.

Manfaat dunia pendidikan

Pendidikan begitu cepat berkembang,saya mengira jika kita tidak sering – sering melakukan pembelajaran maka kita akan menjadi makhluk yang tertinggal dalam dunia pendidikan. Maka dari itu kita sebaiknya memanfaatkan dunia internet untuk menggali ilmu pendidikan .ini adalah manfaat internet bagi pendidikan secara umum:
1. memungkinkan informasi, ilmu, pendidikan, dsb. Untuk tetap terbarui denagn cepat dan tepat sehingga kebutuhan akan ilmu pendidikan dapat terpenuhi.
2. mempermudah mendapatkan sumber yang terpercaya dalam hal informasi pendidikan.
3. meningkatkan aktifitas belajar dan mengajar.
4. membentuk standarisasi pembelajaran dan pengajaran.
5. meningkatkan hasil belajar secara kualitas maupun kuantitas.

Dari hal-hal yang diatas, saya sebagai seorang mahasiswa merasa begitu membutuhkan koneksi internet, terutama dalam hal perkuliahan. Saya juga berharap dengan semakin berkembangnya teknologi masyarakat dapat menjadikan internet sebagai suatu kebutuhan yang menunjang perkembangan secara umum menjadi lebih mudah dan efisien.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet
http://www.aalil.com/pengertian-internet.html

Comments (2) »

Teknologi Media Televisi (TV) Dan Dampaknya Terhadap Manusia

Siapapun pasti pernah menonton acara televisi. Baik anak-anak ,remaja ,orang dewasa ,sampai orang lanjut usia pun masih tetap betah menyaksikan acara-acara yang di sajikan pada sebongkah teknologi televisi ini.
Apakah anda mengetahui ?
”apa sih sebenarnya televisi itu ?? dan bagaimana dampaknya pada manusia ???”
Mari kita bedah satu persatu.
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna, “Televisi” juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh.
Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ biasanya secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Kotak televisi yang pertama dijual pada akhir tahun 1930-an sudah menjadi salah satu alat penerima komunikasi utama dalam rumah, perdagangan dan institusi, khususnya sebagai sumber hiburan dan berita
Siaran TV pada awalnya direkam dan dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi kebelakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi televisi digital.

Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik yang terdapat didalamnya, termasuk sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
Setelah kita mengetahui apa itu televisi secara singkat ,lalu apakah ada dampak-dampaknya terhadap manusia ??
Seperti yang sudah kita singgung diatas semua umur pada umumnya menyukai salah satu acara dari stasiun televisi. Di Indonesia sendiri ada banyak stasiun televisi yang beroperasi diantaranya :
• antv
• Global TV
• Indosiar
• MetroTV
• MNCTV
• RCTI
• SCTV
• Trans TV
• Trans7
• tvOne
• TVRI

Masing-masing dari stasiun televisi ini memiliki berbagai program acara yang ditayangkan 24 jam secara bergantian. Seperti program untuk anak-anak juga tidak terlewatkan ditayangkan setiap hari minggu (biasanya) atau di hari-hari libur ,berita yang ditayangkan hampir setiap saat dan berbagai acara lainnya.
Saya mencoba mengklasifikasikan dampak positif dan negatif terhadap manusia berdasarkan golongan usia yaitu anak-anak ,remaja ,orang dewasa. Sebagai berikut :
• Anak-anak
Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Amerika Serikat di kemukakan bahwa televisi ternyata hanya baik untuk ditonton pada anak-anak dengan rentang usia tertentu. Pada anak di bawah usia tiga tahun (batita), dampak negatif televisi justru lebih terasa

Dampak positif : dampak positif menonton televisi baru terlihat jelas pada anak usia tiga sampai lima tahun. Sebab, pada usia ini kemampuan membaca mereka bisa menjadi lebih baik dengan pola menonton seperti itu ,selain itu anak-anak juga bisa belajar dari apa yang mereka saksikan dari acara televisi yang menyajikan program acara pendidikan.
Dampak negative : telah terbukti tayangan televisi dapat menurunkan kemampuan membaca, membaca komprehensif, bahkan penurunan memori pada anak. Batita yang terlalu sering menonton televisi akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan stimulasi yang baik bagi proses tumbuh kembangnya. Di sebabkan televisi hanya menyodorkan stimulasi satu arah. lupa belajar dan lupa dengan kegiatan-kegiatan positif, menjadi ketagihan, membuat sang anak jarang bersosialisasi, dapat melakukan hal-hal yang berbahaya dan kurang wajar, membawa pada pola pikir ke arah yang berdampak negatif serta hal-hal negatif lainnya.

• Remaja

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Pernyataan ini sudah dikemukakan pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress)
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.

Dampak positif : banyak acara televisi yang menyajikan program yang mengacu pada pengembangan kreativita. Hal ini bagus untuk remaja dikarenakan masa remaja adalah masa yang penuh dengan experiment atau coba-coba sehingga diharapkan menimbulkan rasa ingin mencoba yang kreatif dan bermanfaat.Selain itu mengembangkan eksploitasi pada suatu hal.sehingga diharapkan mengkontribusi dalam menemukan jatidirinya.

Dampak negative : remaja cenderung memiliki figure ataupun hal yang ia sukai dari program televisi hal ini akan meningkatkan kemelekatan terhadap sesuatu yang ia sukai secara berlebihan. Menyita waktu belajar hal ini terjadi karena kecanduan menyaksikan acara televisi sehingga meyebabkan lupa waktu untuk belajar. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua ataupun orang lain dikarenakan melihat adegan kekerasan yang tersisip dalam sebuah film dll. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan yang berlebihan, dan Ketidakstabilan emosi.

• Dewasa

Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia: orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa.

Dambak positive : umumnya stasiun televisi memberikan suguhan berita terkini sehingga kita tidak ketinggalan dalam mengakses informasi, bertambahnya wawasan dan pengetahuan. Selain itu acara di televisi terkadang didominasi oleh acara-acara hiburan hal ini sangat bermanfaat untuk melepas ketegangan pikiran sehabis menjalankan aktivitas seharian. Acara televisi juga terkadang menampilkan tokoh-tokoh inspiratif hal ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan motivasi hidup dalam diri seseorang.
Dampak negative : Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.
Kriminalitas meningkat; jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan.
Membuat seseorang lupa waktu hal ini sering dialami oleh kebanyakan orang sehingga lupa akan pekerjaan ataupun yang seharusnya ia lakukan. Meningkatnya konsumtif masyarakat atau individu atau sering disebut dengan korban iklan televisi. Menjadikan tubuh lemas dan lemah dikarenakan posisi tubuh yang relative tidak bergerak banyak.

Dari pembedahan kita diatas mari kita simpulkan bersama bahwa teknologi media televisi memang memiliki segudang manfaat tertentu namun tidak luput juga dari cengraman dampak negatif maka dari itu kita sehendaknya memproteksi diri kita dari arus negatif dan mengambil pancaran positif dari media ini .

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_di_Indonesia

http://www.sulastowo.com/2008/04/11/dampak-negatif-televisi/

http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php?id=611_Pengaruh-Acara-TV-dapat-Berdampak-Positif-dan-Negatif-pada-Anak

http://www.psikologizone.com/dampak-psikologis-teknologi-komunikasi

http://www.anneahira.com/dampak-positif-dan-negatif-televisi.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Dewasa

Leave a comment »

Sifat-sifat Manusia Berdasarkan Etnis Budaya China

Sifat-sifat Manusia
Berdasarkan Etnis Budaya China

Republik Rakyat Cina (RRC; Pinyin: Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó; Hanzi tradisional: 中華人民共和國; Hanzi Sederhana: 中华人民共和国; juga disebut Republik Rakyat Tiongkok/RRT) adalah sebuah negara komunis yang terdiri dari hampir seluruh wilayah kebudayaan, sejarah, dan geografis yang dikenal sebagai Cina/Cina.

RRC adalah sebuah negara dengan penduduk terbanyak di dunia, dengan populasi melebihi 1,3 miliar jiwa, yang mayoritas merupakan bersuku bangsa Han. RRC juga adalah negara terbesar di Asia Timur, dan ketiga terluas di dunia, setelah Rusia dan Kanada.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa dan juga diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Budaya Tionghoa sebenarnya merupakan dasar kebudayaan Cina yang sudah mengakar lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Budaya ini meliputi kawasan cekungan Sungai Kuning, yaitu Henan, Sanxi, Saanxi, Hebei, dan Shandong. Kawasan lainnya adalah kawasan cekungan Sungai Yangtze, yaitu Sichuan, Yunnan, Guizhou, Hunan, Hubei, Jiangxi, Anhui, Zhejiang, dan Jiangsu.
Di Cina terdapat beragam kelompok etnis. Kelompok etnis terbesar yang mendiami wilayahnya adalah Suku Han. Suku Han merupakan kelompok etnis yang berasal dari Tiongkok, salah satu wilayah perluasan kekuasaan Dinasti Han dari Asia Timur, Asia Tengah, hingga Asia Timur Laut yang dianggap sebagai puncak peradaban Cina. Dan seiring berjalannya waktu, banyak kelompok etnis yang melebur ke dalam etnis lain atau hilang tanpa ada bukti sejarah.
Identitas kebudayaan tradisional dalam suatu komunitas ditentukan oleh beda nama keluarga yang dipakai. Nasionalisme Cina meliputi orang-orang dari semua kelompok etnis di Cina yang berkontribusi terhadap perluasan peradaban dan sejarah interaksi di Cina, biasa disebut Zhonghua Minzu. Menurut Profesor Suisheng Zao dari Universitas Denver, Zhonghua Minzu adalah kelompok etnis Cina yang muncul pada abad ke-19 sebagai identitas asli nasional Cina.
Bahasa
Bahasa yang dipakai adalah Bahasa Mandarin. Pada masa Dinasti Ming, Bahasa Mandarin yang baku baru dinasionalkan. Pada abad ke-20, saat Republik Tiongkok menjadi pemerintahan, bahasa di sana mulai seragam digunakan.
Mitos
Budaya Cina mengenal mitos dan dunia roh. Salah satu yang menjadi tradisi dan budaya adalah adanya kepercayaan terhadap dewa-dewi. Misalnya, Dewi Guan Yin, Budai, dan Raja Langit. Kisah para dewa telah berevolusi menjadi suatu perayaan tradisional Tionghoa yang biasa diperingati pada waktu tertentu.
Ada pula yang lebih dari sekadar mitos, yaitu berupa simbol kerohanian seperti “singa penjaga” dan “dewa pintu”. Mereka juga percaya akan roh suci dan roh jahat. Kepercayaan akan mitos dan roh juga dibawa ke dalam pengobatan alternatif khas Cina.

Sifat-sifat orang cina sangat kental dengan nuansa religiusnya dan juga semangat hidup,mari kita liat beberapa sifat manusia berdasarkan etnis budaya cina :
• Seperti yang sudah di jelaskan diatas Budaya Cina mengenal mitos dan dunia roh. Salah satu yang menjadi tradisi dan budaya adalah adanya kepercayaan terhadap dewa-dewi.meraka memiliki sifat yang religius terhadap keyakinan dan tradisi leluhurnya. Dari semenjak seorang bayi lahir sampai meninggal mereka percaya jika seseorang memberikan persembahan kepada para dewa atau dewi maka dipercaya akan memberikan keselamatan dan hal-nal yang baik.
• Bahasa sangatlah penting dalam sosialisasi, orang etnis cina memiliki sifat untuk melestarikan bahasa mereka sendiri, seperti dianjurkan kepada sanak saudaranya untuk bisa berbahasa seperti para leluhurnya untuk melestarikan tradisi keluarga dalam berbahasa.
• Pakaian etnis budaya orang cina memiliki sifat yang khas yaitu memiliki corak warna yang cerah menyala (merah dan kuning). Warna merah memiliki arti tersendiri mereka meyakini bahwa jika menggunakan pakaian berwarna merah pada hari perayaan tertentu, dapat membawa keberuntungan bagi mereka. Seperti hari Imlek, Cap Go Me, dll.
• Struktur bangunan orang cina memiliki sifat yang khas seperti meyakini bahwa dalam membangun sebuah rumah dan bangunan apapun mereka memiliki perhitungan – perhitungan sebelumnya atau yang disebut dengan Feng Sui.
• Karya seni etnis budaya cina memiliki sifat yang natural artinya para seniman kebanyakan terinspirasi dari alam sekitar dan biasanya memiliki arti, makna, maksud, tujuan, kepercayaan tertentu. Seperti banyak kita jumpai lukisan yang bertemakan ikan koi, ikan mas, bambu, panda, dll. Ada pula kaligrafi ciana yang biasanya memiliki makna arti yang mendalam.
Jadi saya menyimpulkan bahwa sifat-sifat manusia berdasarkan budaya cina sangatlah beragam dan memiliki ke khasan yang unik. Dari pembahasan yang saya tampilkan diatas hanyalah sebagian kecil dari sifat-sifat budaya etnis cina. Maka dari itu sebagai warga Negara Indonesia kita berkewajiban menjaga dan mengembangkan budaya kita sendiri untuk masa yang akan datang.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Leave a comment »

Matematika Dalam Psikologi

Matematika Dalam Psikologi

Matematika Banyak dari kita menganggap bahwa ilmu ini adalah suatu perhitungan yang rumit,memusingkan bahkan dianggap sesuatu yang menyeramkan untuk dipelajari .
Kata “matematika” itu sendiri diturunkan dari kata Yunani kuno, μάθημα (mathema), yang berarti “mata pelajaran”.
Asal mula pemikiran matematika terletak di dalam konsep bilangan, besaran, dan bangun.
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika.
Matematika pun memiliki bidang-bidang yang memudahkan perhitungan di dalam perdagangan, untuk memahami hubungan antarbilangan, untuk mengukur tanah, dan bahkan sebagai alat test psikologi.
Beberapa disiplin-disiplin utama dalam matematika seperti besaran ,ruang ,struktur ,matematika terapan
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
1. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen.
2. Observasi Ilmiah
Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan.
3. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa.

4.Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih.

Disinilah matematika sebagian digunakan dalam pemeriksaan psikologi,mari kita telusuri pengaplikasian matematika dalam psikologi berikut ini.

pengaplikasian matematika dalam psikologi

1.Tes Logika Aritmatika.

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.
Contoh:
1. (3/4) A = 7 + (3/2) A. Berapakah nilai A ?
A. -12/7
B. 21/4
C. -21/4
D. 28/3
E. -28/3
2. 32/9 : 0,75 =
A. 6/16
B. 3
C. 3,5
D. 16/6
E. 16/5
3. 0,875 : 5/2 =
A. 0,35
B. 0,55
C. 0,53
D. 0,25
E. 2,65
4. 3/8 dari 40% adalah ?
A. 0,15
B. 0,11
C. 16%
D. 15,5%
E. 0,13
Sumber contoh : http://www.tesbakatskolastik.com

2. Tes Logika Penalaran.
Tes ini mengunakan bangun-bangun geometri seperti persegi, persegi panjang ,lingkaran ,dsb.Terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut.

3.Army Alpha Intelegence Test.

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumnya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

Jadi sebenarnya psikologi pun memiliki atau menggunakan metode matematika dalam pengaplikasianya,dari ketiga test diatas terbukti bahwa sari-sari matematika seperti bangun-bangun geometri ,aritmatika ,dsb.tertanam dalam bahan pemeriksaan psikologi

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_matematika

http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

http://momentku.com/jenis-alat-psikotest-yang-digunakan-untuk-tes-masuk-kerja

http://www.tesbakatskolastik.com/tes-bakat-skolastik-aritmatika.php

http://www.google.co.id

http://tipsanda.com

Leave a comment »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai