1. Jelaskan pengertian psikologi lintas budaya!
Ada beberapa ahli yang mencoba mengutarakan pendapat mereka mengenai apa yang dimaksud dengan psikologi lintas budaya. Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang menghubungkan kemunculan perbedaan perilaku.
Jadi, Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara kaitan psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut.
2. Jelaskan tujuan mempelajari psikologi lintas budaya?
Telah dijelaskan diatas bahwa psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis yang memiliki kaitan dengan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut. Dari definisi tersebut telah merefleksikan tujuan dari psikologi lintas budaya tersebut yakni mengetahui letak persamaan dan perbedaan fungsi individu secara psikologis, dimana individu disuatu tempat atau kondisi yang berbeda satu dengan yang lainnya memiliki perilaku yang berbeda dalam kaitannya dengan sosial-budaya, ekologis suatu tempat, dan keadaan biologis. Begitu juga dengan persamaan yang dimiliki oleh setiap individu meskipun mempunyai faktor yang membuat hubungan suatu antesede-anteseden dan proses-proses tertentu terlihat sama akan tetapi mungkin kesamaan dalam latar belakang membuat individu-individu secara psikologis menjadi sama dengan kaitannya dengan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut.
3. Jelaskan hubungan psikologi lintas budaya dengan ilmu lain!
Psikologi lintas budaya sama seperti dengan Ilmu Psikologi budaya yang mencoba mempelajari bagaimana dengan faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Namun psikologi lintas budaya tidak hanya mempelajari faktor budaya dengan prilaku tetapi faktor antar budaya atau perbedaan dan persamaan budaya yang mempengaruhi perilaku manusia. Seperti kaitannya antara psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam hubungan-hubungan tersebut. Berikut ini adalah salah satu contoh bagaimana faktor psikologis berhubungan dengan budaya sehingga bias mempengaruhi kejiwaan seseorang.
WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang sehat dan kurang sehat jiwa di antaranya selalu diliputi oleh suasana kekhawatiran dan kegelisahan. Kemudian, ia mudah marah karena hal-hal yang sepele dan menyerang orang lain karena kemarahannya. Permusuhan, kebencian, sukar memaafkan orang lain merupakan suatu penyakit kejiwaan. Begitupun ketika tidak mampu menghadapi kenyataan hidup, tidak realistik, karenanya ia sering lari dari kenyataan dengan cara selalu menyalahkan orang lain (proyeksi) walaupun sebenarnya sumber kesalahan adalah dirinya.
Tiga faktor utama yang menjadi pencetus gangguan jiwa, yaitu: 1. genetik (internal), 2. pola asuh dan pola didik yang kurang baik (salah) karena anak terlalu dimanja dan dikerasi (otoriter/diktator), 3. serta lingkungan sebagai stresor seperti yang dikatakan Hidayat dalam Arianto (2004) Adanya suatu tekanan (pressure) dari lingkungan hanya bisa diobservasi dari reaksi patologik dari pihak individu yang bersifat biologis dan psikologis. Jelas bahwa stressnya sendiri tidak menentukan (non-spesifik), melainkan reaksi terhadap stress tersebut merupakan faktor penentu bagi timbulnya gangguan jiwa seperti yang ijelaskan oleh Maslim (1987).
4. Jelaskan etnosentrisme dalam psikologi lintas budaya!
Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya dipahami. Etnosentrisme dalam hal tertentu juga merupakan sesuatu yang positif.
Tidak seperti anggapan umum yang mengatakan bahwa etnosentrisme merupakan sesuatu yang semata-mata buruk, etnosentrisme juga merupakan sesuatu yang fungsional karena mendorong kelompok dalam perjuangan mencari kekuasaan dan kekayaan. Pada saat konflik, etnosentrisme benar-benar bermanfaat.
Dengan adanya etnosentrisme, kelompok yang terlibat konflik dengan kelompok lain akan saling dukung satu sama lain. Salah satu contoh dari fenomena ini adalah ketika terjadi pengusiran terhadap etnis Madura di Kalimantan, banyak etnis Madura di lain tempat mengecam pengusiran itu dan membantu para pengungsi.
Etnosentrisme memiliki dua tipe yang satu sama lain saling berlawanan. Tipe pertama adalah etnosentrisme fleksibel. Seseorang yang memiliki etnosentrisme ini dapat belajar cara-cara meletakkan etnosentrisme dan persepsi mereka secara tepat dan bereaksi terhadap suatu realitas didasarkan pada cara pandang budaya mereka serta menafsirkan perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya. Tipe kedua adalah etnosentrisme infleksibel. Etnosentrisme ini dicirikan dengan ketidakmampuan untuk keluar dari perspektif yang dimiliki atau hanya bisa memahami sesuatu berdasarkan perspektif yang dimiliki dan tidak mampu memahami perilaku orang lain berdasarkan latar belakang budayanya.
5. Jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal transmisi budaya melalui enkulturasi dan sosialisasi!
Salah satu proses yang luas dikenal mengenai kebudayaan adalah transmisi kebudayaan. Artinya kebudayan itu ditransmisikan dari satu generasi kepada generasi berikutnya tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah.
Pewarisan budaya belajar dapat disamakan dengan istilah Transmisi kebudayaan . Yakni suatu usaha untuk menyampaikan sejumlah pengetahuan atau pengalaman untuk dijadikan sebagai pegangan dalam meneruskan estafet kebudayaan. Dalam hal ini tidak ada suatu masyarakat yang tidak melakukan usaha pewarisan budaya. Usaha pewarisan ini bukan sekedar menyampaikan atau memberikan suatu yang material, melainkan yang terpenting adalah menyampaikan nilai-nilai yang dianggap terbaik yang telah menjadi pedoman yang baku dalam masyarakat.
Proses transmisi kebudayaan memilki nilai-nilai atau unsur-unsur budaya yang haruslah disosialisasikan artinya harus diwujudkan dalam kehidupan yang nyata di dalam lingkungan yang semakin lama semakin meluas.
Nilai-nilai yang dimiliki seseorang harus mendapatkanpengakuan lingkungan sekitarnya. Artinya kelakuan-kelakuan tersebut harus mendapatkan pengakuan sosial yang berarti bahwa kelakuan-kelakuan yang dimiliki tersebut adalah yang sesuai atau yang seimbang dengan nilai-nilai yang ada dalam lingkungannya.
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Disitulah enkulturasi terjadi melalui mereka.
6. Jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya melalui perkembangan moral!
Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Perkembangan moral sangat dipengaruhi dengan perkembangan religiusitas individu. Tentu peran Agama sangat menentukan sejauh mana kemoralan manusia itu sendiri.
Melihat kondisi sekarang banyak tragedi kemanusian yang tidak berdasarkan kemoralan yang terjadi belum lama ini. Hal ini jelas menunjukan betapa rendahnya kualitas moral manusia. Budaya merupakan salah satu penentu selain Agama, dimana budaya yang beradab dan memiliki nilai-nilai kemoralan yang baik merupakan persamaan untuk melihat perkembangan moral disuatu tempat misalkan. Sehingga Moral itu sendiri memiliki kesamaan dengan budaya yaitu nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh.
Tentu dimana ada persamaan disitu terletaka perbedaan. Budaya-budaya tentu tidak kembar identik satu dengan lainnya, hal ini banyak faktor yang mempengaruhinya seperti seni, kebiasaan, adat istiadat,nilai-nilai, dan berbagai penyokong budaya itu terbentuk. Dari hal perbedaan ini sangat jelas menimbulkan perbedaan pula dari segi perkembangan moral. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.
7. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal Konformitas, Compliance dan Obedience !
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Jadi konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok. Dalam hal kebudayaan, masyarakat yang memiliki rasa tanggu jawab untuk melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya adalah bentuk konformitas dilingkungan kebudayaan.
Compliance merupakan bentuk pengaruh sosial yang dipengaruhi oleh permintaan langsung ataupun tidak langsung dari orang lain. Compliance menujuk pada sejauh mana seorang individu mengiyakan atau menolak permintaan orang lain. Dalam hal hubungannya dengan budaya adalah dalam upaya melestarikan budaya itu sendiri ke generasi berikutnya, disinilah akan terjadi compliance. Sejauh mana individu, calon penerus suatu kebudayaan akan mengiyakan atau menolak permintaan orang lain untuk meneruskan suatu kebudayaan tersebut.
Obedience atau ketaatan merupakan ketundukan seseorang kepada apa yang menjadi perintah baginya dalam menggapai suatu tujuan yang menjadi prioritas dirinya sendiri atau orang lain. Dalam hal kebudayaan, seseorang atau kelompok akan memiliki obedience atau ketaatan dalam melestarikan kebudayaan jika itu merupakan suatu tuntutan baginya untuk menjaga kelestarian suatu budaya sehingga budaya itu dapat diteruskan ke generasi berikutnya.
8. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal nilai-nilai.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Nilai-nilai budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
1. Simbol-simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut
3. Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
9. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal perilaku gender!
Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.” Dalam hal kebudayaan gender mengacu pada bagaimana peran wanita dan pria untuk mengabil peran dalam suatu kebudayaan sehingga masing-masing gender memiliki identitas dalam posisi meraka disuatu kebudayaan tersebut.
10. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal sosial masyarakat!
Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial mayarakat.
11. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal sosial kognitif !
Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. konteks sosial juga merupakan salah satu sudut pandang dari perkembangan kognitif. Perspektif ini menyatakan bahwa lingkungan sosial dan budaya akan memberikan pengaruh terbesar terhadap pembentukan kognisi dan pemikiran anak. Teori ini memiliki implikasi langsung pada dunia pendidikan.
12. jelaskan persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal individual kolektifitas!
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Jadi budaya individu disini maksudnya suatu kebiasaan yang terdapat dalam diri individu itu sendiri. Ini dapat muncul karena mendapat pengaruh baik lingkungannya, keluarga dan pendidikannya. Budaya individu ini lebih menekankan kepada individunya baik itu tingkah laku maupun pola pikirnya yang membudidaya dalam dirinya. Sedangkan tolong menolong atau kolektivitas dalam hal budaya merupakan hal yang penting, dimana budaya tidak akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan individu-individu yang tolong-menolong demi tercapainya budaya yang indah pada waktunya.
Demikian apa yang saya susun merupakan usaha saya dalam menjawab pertanyaan yang di ajukan, semoga membawa manfaat bagi kita semua. Untuk lebih memperdalam apa yang saya susun, silahkan anda menelusuri sumber-sumber yang saya gunakan sebagai referensi.
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya
http://chit.blog.com/2012/01/19/psikologi-lintas-budaya-soaljawaban/
http://www.psychologymania.com/2011/09/patologi-terkait-budaya-culture-bound.html
http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/etnosentrisme.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Moral
http://www.imadiklus.com/2012/04/kajian-antropologi-teknologi-pendidikan-kasus-transmisi-budaya-belajar.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_menyimpang
http://www.psychologymania.com/2012/04/pengertian-compliance-pemenuhan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai-nilai_budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Gender_%28sosial%29
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif
http://id.wikipedia.org/wiki/Individu
http://www.belajarkonseling.com/berita-153-budaya-individu-dan-budaya-kelompok.html














